CSS — Memberi Rupa Dasar Web
HTML memberi struktur, tapi CSS yang membuat halaman terlihat enak dipandang. Di modul ini kamu belajar mengatur warna, jarak, dan tata letak halaman.
1. Apa Itu CSS?
CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa yang mengatur bagaimana elemen HTML ditampilkan — warnanya, ukurannya, posisinya, jaraknya, dan sebagainya. Kalau HTML adalah kerangka rumah, CSS adalah cat, furnitur, dan dekorasinya.
Tanpa CSS, semua website akan terlihat seperti dokumen Word paling polos: teks hitam, font default, tanpa warna atau tata letak yang menarik.
2. Cara Menulis CSS
Ada tiga cara menerapkan CSS ke HTML. Yang paling umum dan direkomendasikan adalah file CSS terpisah:
<!-- di dalam <head> file HTML --> <link rel="stylesheet" href="style.css">
Lalu di file style.css:
p {
color: blue;
font-size: 16px;
}
3. Anatomi Selector dan Aturan CSS
selector {
properti: nilai;
properti: nilai;
}
- Selector — menentukan elemen mana yang akan diberi style (contoh:
p,h1,.kelas,#id) - Properti — aspek apa yang diatur (warna, ukuran, jarak)
- Nilai — pengaturan spesifik untuk properti tersebut
Jenis-Jenis Selector
| Selector | Contoh | Menargetkan |
|---|---|---|
| Tag | p { } | Semua elemen <p> |
| Class | .judul { } | Elemen dengan class="judul" |
| ID | #header { } | Elemen dengan id="header" |
| Turunan | div p { } | Semua <p> di dalam <div> |
<p class="judul">Teks ini</p>
.judul {
color: red;
font-weight: bold;
}
Class bisa dipakai berulang kali di banyak elemen, sedangkan ID seharusnya unik — hanya dipakai satu kali per halaman.
4. Warna di CSS
Warna bisa ditulis dengan beberapa cara: nama warna, kode HEX, atau RGB.
p {
color: red; /* nama warna */
background-color: #5ee0b5; /* kode HEX */
border-color: rgb(94, 224, 181); /* RGB */
}
Kode HEX adalah cara paling umum dipakai di proyek nyata karena presisinya tinggi — kamu bisa mengambil kode HEX yang cocok dari tool seperti Coolors atau langsung dari Figma.
5. Box Model: Konsep Paling Penting di CSS
Setiap elemen HTML pada dasarnya adalah sebuah kotak. Kotak ini punya 4 lapisan, dari dalam ke luar:
- Content — isi sebenarnya (teks, gambar)
- Padding — jarak antara isi dan border (di dalam kotak)
- Border — garis pembatas kotak
- Margin — jarak antara kotak ini dan elemen lain di luarnya
.kotak {
padding: 20px;
border: 2px solid black;
margin: 16px;
}
Memahami box model adalah kunci untuk mengontrol jarak dan ukuran elemen — sebagian besar masalah "kenapa tampilan ini berantakan" di CSS berakar dari salah paham soal padding, border, dan margin.
6. Flexbox: Mengatur Tata Letak
Flexbox adalah sistem tata letak yang membuat elemen-elemen bisa disusun secara horizontal atau vertikal dengan mudah, lengkap dengan pengaturan jarak dan perataan otomatis.
.container {
display: flex;
gap: 12px;
justify-content: center;
}
↑ Hasil dari display: flex dengan gap: 12px
Beberapa properti flexbox yang paling sering dipakai:
| Properti | Fungsi |
|---|---|
display: flex | Mengaktifkan flexbox pada kontainer |
flex-direction | Arah susunan: row (default) atau column |
justify-content | Perataan horizontal: center, space-between, dll |
align-items | Perataan vertikal dalam kontainer |
gap | Jarak antar elemen anak |
7. Latihan Pemahaman
Soal 1: Apa perbedaan utama antara selector class (.nama) dan ID (#nama)?
Soal 2: Sebutkan urutan 4 lapisan box model dari dalam ke luar.
Soal 3: Properti apa yang digunakan untuk mengaktifkan flexbox pada sebuah elemen?
Rangkuman Modul Ini
- CSS mengatur tampilan elemen HTML: warna, ukuran, jarak, dan tata letak.
- Selector (tag, class, ID) menentukan elemen mana yang akan distyle.
- Box model (content, padding, border, margin) adalah konsep fundamental yang menentukan ukuran dan jarak setiap elemen.
- Flexbox memudahkan penyusunan elemen secara horizontal/vertikal dengan perataan otomatis.
Sekarang halamanmu sudah punya struktur (HTML) dan tampilan (CSS). Tapi semuanya masih statis — tidak bisa merespons klik atau input pengguna. Di modul selanjutnya, JavaScript akan membuat halamanmu benar-benar "hidup".